03 Oktober 2013

senja di atas kereta.

Aku masih duduk di K3AC-5 seat 21C dengan semburat senja membias memantulkan terpaan cahaya yang menembus kaca jendela, tempat ku melabuhkan pandangan ku menikmati setiap barisan sawah dan rupa gunung cermai. Di gerbong ini, sunyi. tak satupun dari kami saling mengenal. semua tampak sibuk dengan urusan mereka masing -masing. cahaya senja selalu sama di setiap sudut sore.

Aku masih bersandar, pada jendela tua KA Matarmaja. entah sudah berapa umur kereta ini. sepertinya sudah sangat tua. Aku kembali memandang keluar jendela, melihat kembali sebuah lukisan alam yang sangat indah dari Mu.

Aku mulai memalingkan wajah ku, mengadah ke sisi jendela. melihat awan dengan warna keemasaan dan lingkaran penuh matahari sore yang  mulai merayap turun dari langit. senja masih berpendar indah menggantung di tubuh langit. siluet gunung cermai tampak melengkapi lukisan alam Mu. Oh tuhan, inikah senja di atas kereta api? sungguh sebuah lukisan alam yang begitu menggagumkan. membuat semua nya ingin berlama-lama menikmati karya indah di setiap sore mu tuhan.

Aku masih menyandarkan kepalaku ku jendela kereta yang membawa ku menuju kota apel, menikmati sisa sisa senja yang perlahan mulai berganti langit kebiruan. menandakan bahwa senja-Mu telah berganti menjadi magrib. dan senja-Mu adalah sementara yang selalu menyejukan hati.

0 komentar:

Poskan Komentar