28 Juli 2013

stasiun kereta api

Entah apa yang selalu membuat ku merasa nyaman berada disini.. Distasiun kereta api ini. sepetinya banyak tercipta kenangan serta kepedihan disetiap sudut yang kupandang. Disini diriku menemukan sosok dirinya, sosok yang dulu berbadan kecil, imut. sekarang sudah menjelma menjadi sosok remaja laki-laki yang keren. namun ada satu hal  yang tak pernah hilang dari dirinya. dia masih memiliki lengkungan senyum yang indah itu, ya. senyum manis itu. senyuman yang sampai saat ini masih membuat hati ini berdegup. senyuman yang sampai saat ini masih saja menghipnotis ku. kini dia mulai menyapaku, entah mengapa tubuh ini rasanya nya kaku seakan sudah membeku menjadi es batu. liatlah, sorotan matanya masih menghipnotisku.

Tapi entah.. sampai kapan rasa ini akan menyelimuti tubuhku. dan kini ia telah menjelma menjadi remaja laki-laki yang mampu mengajarkan banyak hal. Namun dalam dirinya sepertinya masih ada sosok bayangan dari masa lalu nya. hingga yang nampak selalu saja sebuah keraguan. ah.. sudahlah.. tak sanggup sepertinya diriku tuk meminta memiliki dirinya. pria yang telah menjelma menjadi sosok pria yang menjadi idaman setiap wanita. 

Aku mundur ke dalam liang-liang jiwaku, saat aku tak dapat menemukan tempat lain tuk menyandarkan kepalaku, dan jika ada di antara mereka yang kucintai berani memasuki liang-liang ini, mereka takkan menemukan apapun selain seorang wanita yang sedang berlutut mengucap doa-doanya.

Kini kita akan semakin jauh, terpisah jarak dan kota. takkan pernah lagi terlihat jelas lengkungan indah khas dari bibirmu. aku pasti merindukan mu, merindukan semua tentang dirimu dan segela kerendahan hatimu. namun rindu padamu ini akan senantiasa ku titipkan, diatas rel kereta ini menuju kepadamu yang mungkin

masih menunggu ku disini, di stasiun kereta api ini.

0 komentar:

Poskan Komentar