10 Oktober 2013

tentang rindu pada senyum yang telah hilang

Tempat ini, sepertinya jauh dari kata sunyi, sepi. tempat ini selalu ramai. selalu saja ramai dengan segudang aktivitas manusia, menuju dan kembali. dan sore itu, entah apa yang membawaku sampai ke tempat ini. mungkin perasaan rindu akan kenangan masa lalu yang membawaku pergi hingga ketempat ini.

Sore itu, aku benar-benar tidak mengerti apa yang sedang aku lakukan. aku hanya duduk bersandar di sebuah bangku tua sambil sesekali melemparkan pandangan ku ke segala penjuru, seperti mencari sesuatu. tapi apa yang ku temukan? aku tak menemukan apa-apa. karena memang sore itu aku sedang sendiri. mencoba menikmati sore dengan hanyak duduk-duduk manis sendirian di tempat ini.

Tangan ku mulai meraih headset putih dalam ranselku dan mulai memasangnya. perlahan terdengar sayup-sayup alunan if you're not the one - Daniel Bedingfield mengalun indah, mengisi celah dalam diriku, yang membuat ku merasa begitu nyaman. sesekali seperti aku menangkap kembali sosok mu di ujung kursi tua ini, sosok yang tersenyum manis di hadapan diriku dulu. namun kembali ku tegaskan paandangan ku, sekejap sosok itu menghilang dari pandangan ku. halusinasi kah? hanya itu yang terbesit dalam otak ku.

Sejenak teringat, kenangan masa lalu. semakin aku coba mengingat itu. tepat saat dirimu masih disini. kamu pernah menggandeng tangan ku menuyusuri rel setapak demi setapak. saat itu kita berjalan di atas rel, aku melihat sosok mu yang tersenyum manis, dan mencoba menggandeng tangan ku erat agar tidak terjatuh.

Sore itu, seperti terputar kembali rekaman masa lalu. masa-masa dimana kita masih sering bertemu, untuk berbincang atau hanya untuk saling membalas senyum. 

kamu ingat? di tempat ini kamu pernah menunjukkan senyum terindah mu, senyum yang melengkung manis tepat di bibir mu. aku masih sangat jelas mengingat senyuman itu. 

tapi apa yang paling aku ingat dari tempat ini?? kamu pernah memintaku menemui nya. menemui gadis yang kamu sayang. gadis yang selama ini tak pernah kamu ceritakan padaku sebelumnya. entah.. seperti ada sesuatu yang keras menghantam dadaku. sesak. aku tak bisa bernafas. pikiran ku melayang jauh, dan tak satu pun kata keluar dari bibir ku. sampai akhirnya air matalah yang mampu berkata tentang semua nya.

Kamu ingat semua? mungkin tidak! kamu tidak mungkin mengingat segala sesuatu yang tak pernah menguntungkan mu. tapi aku? aku masih sangat jelas mengingat nya, senyuman mu, gadis itu, kata-kata mu, aku masih sangat jelas mengingat nya. seperti tersimpan rapi dalam album kenangan di otak ku, dan kini banyak sekali pesan yang ingin aku sampaikan, padamu. tentang rindu pada senyum yang telah hilang.

0 komentar:

Poskan Komentar